Sunday, August 21, 2016

Visit Seoul Day 3

Siap-siap ke Korea
Visit Seoul Day 1
Visit Seoul Day 2
Visit Seoul Day 3

Tidak terasa sudah hari ke 3 di Korea, hari ini gue kembali ditemani sama Kim untuk jalan-jalan ke tempat-tempat yang tidak membutuhkan tiket masuk alias gratis berikut ini

Itinerary :
1. Ehwa Womans University
2. Hongdae
3. Seoul Central Mosque
4. EID Halal Restaurant at Itaewon
5. Banpo Bridge Fountain Show

Ehwa Womans University

Berhubung hostel gue persis ada di depan kampus Ehwa University dan untuk menuju Hongdae cukup jalan kaki dari hostel gue, maka sekalian jalan ke Hongdae kita lihat-lihat kampus Ehwa terlebih dahulu.

Cuaca saat itu hujan rintik-rintik kecil. Alhamdulillah sejuk buat jalan-jalan. Kita mulai memasuki kampus Ehwa yang asri karena banyak taman dan pepohonan serta gedung kampusnya yang megah.





Ehwa Womans University ini adalah universitas swasta khusus wanita yang sudah lama sejak 1886. Kampus ini menarik karena merupakan kampus bawah tanah terbesar di Korea dengan 6 lantai kebawah. Adanya semacam underpass ini ternyata disampingnya merupakan ruangan-ruangan seperti perpusatakaan, toko buku dan fasilitas lainnya. Unik yah!

Gue juga banyak membaca pengalaman orang yang belajar Bahasa Korea di Korea bahwa pelajaran Bahasa Korea di kampus Ehwa ini sangat cocok dan bagus untuk foreigner apalagi yang masih pemula. Jadi yahh cita-cita pingin bisa belajar Bahasa Korea disini suatu saat nanti. Mohon doanya yahh Aamiiiin













Tadinya sih pingin lebih masuk lagi keliling kampus dan "ngintip" sedikit dalam gedungnya seperti apa, tapi berhubung gue perginya sama Kim dimana dia adalah seorang pria haha jadi daripada diliatin bagaikan makhluk asing ya kan haha cukuplah kita kelilingin luar nya saja









Hongdae

Keluar kampus Ehwa, kita jalan kaki melewati Sinchon Train Station sambil ngobrol-ngobrol. Di perjalanan ada landmark yang cukup terkenal sebagai patokan atau tempat orang-orang untuk bertemu atau janjian, namanya Red Mirror, ini dia penampakannya.


Kata Kim, biasanya orang-orang ambil fotonya seperti ini

Red Mirror

Ini sedikit cuplikan video yang gue rekam saat jalan-jalan di Hongdae. Berhubung masih pagi dan hari sabtu, jadi suasana Hongdae sepi, biasanya akan ramai sore sampai malam hari. Gue sempat melewati Hongik University atau Hongik Daehagkyo disingkat Hongdae yang kata Kim ini adalah pintu masuk terbesar di Korea.




Jadi kenapa kawasan Hongdae ini ramai sekali dan terkenal? Karena ini merupakan daerah kampus dimana banyak mahasiswa nongkrong dan belanja-belanja disini. Tidak heran banyak sekali cafe, tempat kulineran sampai playground tempat anak muda nonton musisi jalanan bermain musik dan bernyanyi.

Itulah salah satu alasan gue pingin ke Hongdae, ada playground yang sering dijadikan tempat shooting drama Korea hahaha tetep drama yaa gue. Gak apa apa sih, gue cuman pingin ngerasain berada di tempat yang biasanya hanya gue lihat di film atau drama atau internet hehe



Ohh iya disini gue melihat penjual strawberry, gue inget pesan tante gue yang bilang cobain strawberry nya Korea yang katanya manis. Gue penasaran akhirnya gue beli deh. Warna strawberry nya merah mengkilap dan ukurannya besar menarik mata, harganya 5000 Won untuk segelas ini. Rasanya? Yapp manis! Cuman agak shock sedikit aja sih sama harganya haha




Sambil jalan makan strawberry, tiba-tiba gue menemukan restorannya HaHa Running Man! Baru tau malah ternyata restorannya HaHa ada disini. Restorannya masih tutup dan menjual pork hohoho Bye!





Kemudian, Kim mengajak gue makan cake di Cafe Peony, dia biasa nongkrong disini. Nah ada sedikit pelajaran yang gue dapat sih disini. Ternyata cafenya sudah pindah tempat, gue pikir yasudah lah yaa cari café lain saja ya kan? Tapi Kim tetap berusaha mencari kemana pindahnya si café Peony ini dan dia mencari lagi-lagi menggunakan Naver Map dan GPS. Well kalau di Jakarta untuk mencari suatu tempat kita terbiasa untuk sedikit-sedikit bertanya ke orang, betul? Nah ini si Kim, benar-benar mengikuti map di smartphonenya untuk menyusuri jalan menuju tempat baru café tersebut, sempat berhenti-berhenti sebentar untuk cek posisi, posisi sudah betul, lanjut jalan lagi, gue sempat menawarkan gini

Gue : 물어볼까요?? Artinya, Mau coba tanya orang?
Kim : No, no, no It's not far from here (sambil terus ngecek posisi di smartphone)

Akhirnya kita ikuti jalur seperti di GPS dan Ketemu! Well yeah, sampe segitunya hehe

So, pelajaran yang gue ambil kali ini adalah, mereka itu terbiasa mandiri, sebisa mungkin mereka berusaha dulu sendiri untuk mempelajari, mencari tahu masalah tersebut lalu mencari solusinya, kalau udah bener-bener ga bisa, baru bertanya. Jadi, tidak sedikit-sedikit bertanya. Itu aja sih hehe

Okay, café Peony ketemu, kita masuk dan memesan cake, gue pilih Banana Shortcake dan Kim Strawberry Shortcake dan ketika mau bayar, lagi-lagi Kim bilang "It's my treat!" Aiihhh saya ditraktir lagi~~~ yasudah saya terima niat baiknya Kim hehe





5000 Won for each




Lanjut keliling Hongdae, ternyata kita melewati Gedung Sangsangmadang, Sangsangmadang ini merupakan Design Square atau tempat memamerkan art design berbagai macam barang yang bisa dibeli juga, unik-unik, ada café dengan view yang bagus dan perpustakaan serta interior yang artistic. Kita tidak begitu lama disini, hanya melihat-lihat dan mencoba sedikit art disana.





Seoul Central Mosque

Hari mulai siang, kita bergegas ke Itaewon untuk mengunjungi Masjid terbesar di Seoul. Yes, ini juga merupakan tempat impian yang ingin sekali gue datangi seandainya gue bisa pergi ke Korea.

Dari Hongdae kita naik subway ke Itaewon. Ketika keluar subway station, suasana internasional terasa sekali karena banyak sekali orang asing dari berbagai Negara yang mengunjungi Itaewon, ibaratnya kalo di Indonesia, Itaewon itu Bali dehh.

Terdapat banyak sekali toko, café dan restoran berbagai Negara termasuk restoran Indonesia.

Disini juga lah Masjid terbesar Seoul berada. Dari subway station cukup berjalan kaki dan Kim lagi-lagi mengandalkan GPS untuk menemukan Masjid ini. Sesampainya di depan Masjid, gue berpisah sebentar sama Kim karena dia memakai celana pendek sehingga tidak diperbolehkan masuk Masjid.




Ini sedikit rekaman saat gue memasuki Masjid Seoul.

Untuk kategori Negara dengan penduduk Muslim minoritas, menurut gue hebat juga ada Masjid yang cukup besar ini. Tidak heran di sekitar Masjid ini banyak orang Korea yang sudah menjadi Muslim dan berjejer restoran halal untuk para Muslim disana.



Pintu masuk untuk pria dan wanita sudah pasti dipisah. Untuk pria melewati pintu utama dengan naik tangga ini. Sedangkan wanita masuk lewat pintu belakang.

Disini banyak gue jumpai para Muslim dari berbagai Negara, terutama yang gue banyak lihat sih orang Malaysia, karena saat gue ambil wudhu, banyak wajah melayu yang awalnya gue kira orang Indonesia tapi ternyata mereka ngobrol pakai bahasa Melayu. *Kapan sih gue ketemu orang Indonesia disini hikss*

Selesai wudhu, gue masuk ke Masjid lewat pintu belakang, lalu menaiki tangga. Ada yang lucu tapi norak sih disini hehe

Jadi pada saat menaiki tangga, ruangannya kan tertutup yaa, jadi pasti ada lampu untuk menerangi kita naik tangga. Nahh ternyata lampunya ini adalah lampu otomatis yang akan menyala jika ada orang yang lewat dan otomatis mati sendiri ketika tidak ada orang yang lewat. Haha sering liat di film dan drama Korea lampu macam ini, ehh pas di Masjid ternyata ada dan gue naik turun tangga nyobain lampu otomatis itu haha *maapnorak* Mumpung sepi!

Ketika sampai di lantai 3, gue berpapasan dengan 2 muslimah yang sudah selesai solat dan mau keluar Masjid, karena tampangnya tampang melayu-melayu gitu, dan kita sama-sama saling melihat, trus gue inisiatif nanya "Where do you come from?"

Lalu mereka jawab "Indonesia"

LEGAAAAAAAA!!

Akhirnyaaa ketemu juga orang Indonesia di Korea huhuuu

Kita basa-basi sedikit karena mereka mau lanjut jalan ke tempat lain lagi, mereka baru hari pertama di Korea sedangkan gue sudah hari ketiga. Tapi lumayan lahh lega karena udah ngobrol pakai bahasa sendiri lalu kita berpisah dan gue masuk ke ruang solat.

Ketika itu ada beberapa orang Malaysia yang sedang dan menunggu solat, mereka juga baik menyapa gue untuk menawarkan mukena untuk gue pakai.

Kemudian gue solat, selesai solat gue berdoa sambil tanpa sadar gue menitikkan air mata, gue berterima kasih kepada Allah sambil mengingat kembali perjalanan gue sampai akhirnya terkabul juga bisa ke Korea dan solat di Masjid ini. Semakiin gue mengingat perjalanan ini semakin gue nangis bersyukur, ternyata Allah mendengarkan doa gue selama ini, ternyata Allah melihat gue dan mengabulkan doa gue. Allah yang maha kasih dan sayang ternyata menyayangi gue dengan memberikan hadiah kelulusan ini. Begitu indah rencana Allah yang tadinya gue sempat berpikir kenapa gue ga bisa-bisa memenangkan hadiah ke Korea waktu awal-awal ikut perlombaan Korea di internet selama ini, ternyata rencana Allah lebih indah dari yang gue bayangkan. Alhamdulillah Terima kasih Ya Allah atas segala nikmatmu ini

Okay, tadinya masih mau nangis lebih kejer *LEBAY*, haha tapi sudahlah daripada mukenanya basah kuyup ya kan lagi pula Kim juga menunggu gue di luar, jadi gue bergegas keluar untuk foto di depan Masjid.



Diluar ada beberapa turis dan orang Korea yang berfoto dengan Masjid ini, berhubung halaman depan masjid tidak begitu lebar, gue tidak bisa selfie dengan background masjid yang full.

Gue lirik orang Korea di sebelah kiri gue yang lagi asik ambil foto masjid, dia laki-laki dan sendirian, sekalian mempraktekan kemampuan Bahasa Korea gue hihi gue minta tolong dia fotoin gue dengan masjid.

Gue : 저기요. 한국 분이세요? Excuse me, are you Korean?
Dia : 네. Yes.
Gue : 사진 찍어 주시겠어요? Would you like to take a picture of me with the mosque?
Dia : 아 네. Okay.

Alhamdulillah komunikasi lancar! Dan inilah hasilnya



Karena takut Kim terlalu lama menunggu gue, selesai foto-foto gue keluar masjid dan ternyata Kim sudah menanti di depan Masjid.

Lalu Kim menanyakan bagaimana tadi di masjid. Trus gue bilang gue sedikit menangis karena merasa bersyukur

"Ohh because Allah listen to your pray" kata Kim sambil tersenyum

And i said "True"

EID Halal Korean Restaurant

Hari sudah siang, waktunya makan siang. Nah disini gue ingin memperkenalkan sebuah restoran masakan Korea yang HALAL. Namanya Eid Halal Korean Food. 


Sumber gambar : Facebook EID Halal Korean Food
Gue mengetahui adanya restoran ini dari Facebook, yahh berhubung timeline Facebook gue banyak post tentang Korea gara-gara banyak follow page resmi Korea, jadi gue banyak mendapatkan segala informasi tentang Korea termasuk restoran ini. mulailah gue follow Facebooknya dan inilah informasi yang gue dapat selama follow facebook mereka.

Jadi restoran ini adalah restoran yang menjual makanan Korea yang sudah diakui kehalalannya oleh Korean Muslim Federation. Sehingga cara memasak dan bumbu-bumbu yang dipakai sudah dijamin Halal. Pemiliknya adalah sekeluarga Korea yang sudah masuk Islam terdiri dari Bapak, Ibu dan 2 anak laki-laki. Ibunya bertugas memasak, bapaknya bertugas melayani customer, anak pertama juga membantu melayani sambil juga melayani penginapan khusus Muslim milik mereka dan anak yang kedua gue rasa sih semacam bos nya gitu, yang bertugas mengurus marketing dan akomodasi restoran begitu lah. Mereka membuka restoran masakan Korea yang Halal ini untuk memudahkan para turis muslim yang ingin makan makanan Korea yang Halal. Baru-baru ini mereka juga sudah membuka penginapan khusus Muslim dekat dengan restoran mereka yang bernama EID Gueshouse - Korean Muslim House

Waktu masih mimpi pingin ke Korea, gue bercita-cita akan makan di restoran ini. Dan ketika kesempatan itu akhirnya datang, maka gue menjadwalkan pergi kesini dan sempat ngajak Kim juga waktu sebelum berangkat Korea, dan Kim bilang dia juga pingin tahu kayak apa sebenernya makanan Halal itu.

Karena lokasinya hanya berjarak beberapa toko dari Masjid, cukup jalan kaki lurus dari masjid kira-kira 1 menit maka kalian akan temukan restoran Eid di sebelah kiri.

Ketika masuk, kita disambut oleh Bapaknya yang menyapa kita dengan mengucapkan "Assalamu'alaikum" sembari tersenyum. MasyaAllah seneng banget walaupun hanya ucapan tapi rasanya seperti sudah dekat dengan mereka.
Saat itu pengunjung lumayan penuh, ada sedikit meja yang masih kosong dan kita duduk di meja untuk 2 orang.

Disini baru beberapa menu favorit masakan Korea dengan porsi yang sangat besar buat gue hehe berikut ini menu dan harga EID Halal Korean Food. Info ini gue dapat dari pemilik restoran ini yang gue tanya melalui Facebook message sbelum ke Korea. Setau gue sih sekarang udah bertambah lagi menunya.





Mumpung bisa makan daging-dagingan Halal disini, dan memang gue udah lama penasaran dengan yang namanya Samgyetang alias Sup Ayam Ginseng, so gue pesen itu dan Kim pesen Bibimbap.

Sambil menunggu makanan, kita ngobrol lagi dan gue tanya ke Kim sering makan Bibimbap atau engga dan gue minta dia jawab pake Bahasa Korea hihi sekalian pingin tau gue bisa paham apa engga yang dia ceritakan. Lalu dia jawab pakai Bahasa Korea yang ternyata gue paham! Yeay! Haha jadi kata Kim, dia ga terlalu sering juga makan Bibimbap, dan biasanya makan Bibimbap ketika upacara kematian kakeknya, seperti itu. Wohoho lumayan yaa

Trus, berhubung besoknya gue harus pulang lagi ke Indonesia, Kim bilang gue terlalu sebentar di Korea, harusnya seminggu lebih disini. "Kenapa cuma 4 hari?" kata Kim. Gue ceritakanlah lebih lengkap bahwa traveling ini super dadakan karena menang lomba, dimana gue dikasih waktu untuk ke Korea dalam 3 bulan ini, seperti yang diketahui persiapan ke luar negeri pertama kali dan dadakan butuh banyak waktu untuk persiapan mulai dari paspor, visa, pilih dan booking penginapan, itinerary dan berbarengan juga dengan jadwal wisuda gue dan 2 minggu berikutnya sudah masuk bulan puasa, ga mungkin dong traveling sambil puasa? Jadi ini memang sudah waktu yang paling tepat untuk ke Korea "and i feel so grateful to have friends like you and Sophia who could help my preparation and give your holiday time to accompany me, Thank you so much Kim" Gue bilang gitu ke Kim spontan tulus dari lubuk hati gue yang terdalam ahayy

Trus Kim senyum terharu gitu and he said "Ouwww`~~ Thank you so much for those words"

Haha Alhamdulillah bisa membuat dia senang dan ga sia-sia selama ini menemani gue jalan-jalan.

Lalu pesanan kita datang, yang menghidangkan makanan kita adalah sang Bapak pemilik restoran. Seketika itu juga meja kita penuh dengan makanan karena orang Korea selalu makan disertai makanan pendamping atau Banchan. Banchannya aja ada 3 macam yang biasanya ada lebih dari itu.

Dalem hati gue, Oh my god! Mana bisa gue menghabiskan semua makanan ini. Gue pun bilang ke Kim bahwa gue kemungkinan bisa menghabiskan semua ini dengan waktu yang agak lama and he said "It's okay, we still have an hour before go to Banpo Bridge". Okay, I'll try.


Super big portion for me

Samgyetang ini adalah sup ayam dengan kuah ginseng. Satu porsi isinya Ayam 1 ekor berisi nasi. Tapi di restoran ini hanya setengah ekor yang dihidangkan.

Jujur gue sempat bingung gimana cara makan ayam setengah ekor ini dengan menggunakan sumpit dan sendok, karena ayamnya masih utuh belum dipotong-potong dan tidak mungkin menggunakan tangan karena ini makanan berkuah dan orang Korea tidak terbiasa makan dengan tangan.

Melihat gue kebingungan, Kim dengan baik hati menolong gue membelah ayam ini dengan sumpit. Jadi ayamnya kita belah dulu pake sumpit, lalu dicuil-cuil dagingnya, dagingnya empuk jadi mudah dicuil pake sumpit, lalu pisahkan tulangnya di mangkok terpisah. Agak rempong yahh hahaha tapi seruu sihh experiencing new culture :)

Setelah makan, kita melakukan pembayaram, gue sengaja mengtraktir Kim makan disini karena Kim katanya penasaran makanan Halal itu kayak apa, lalu gue juga memberikan oleh-oleh kepada ibu dan bapak pemilik restoran ini yang gue bawa dari Indonesia yaitu kain batik yang bisa untuk taplak meja. Lalu kita berfoto bersama dan dishare di Facebook mereka! Ihiyyy





Sebelum pergi, gue sempat bertanya sama anaknya apakah boleh melihat guesthouse mereka dan dengan senang hati mengantarkan gue dan Kim melihat guesthouse mereka. Karena mereka pernah stay di Malaysia jadi mereka ternyata bisa Bahasa Melayu lohhh jadi waktu jalan menuju guesthouse anaknya ini ngobrol sama gue pake Bahasa Melayu, gue yang belum terlalu terbiasa dengan Bahasa Melayu malah jadi mendapat ilmu baru dan pengalaman baru berbicara dengan Bahasa Melayu campur Indonesia sedikit haha seru dan lucu tapi kok ya nyambung aja gitu.

Salah satu yang bikin surprise juga, waktu itu di tengah jalan ada poop nya kucing, dia memperingatkan gue agar hati-hati ada jebakan batman tersebut dengan Bahasa Melayu "Be careful ada Tai kucing" sambil menunjuk jebatakan batman tersebut. Gue kaget dan ketawa lucu dan ga nyangka, kok tau-tau-an aja kata-kata itu hahaha

Sampai di guesthouse, gue diajak masuk melihat-lihat, berhubung agak terburu-buru jadi ga sempat ambil foto disana, lebih lengkapnya cek Facebooknya aja yahh. Desainnya lumayan bagus, ada selimut tebal buat dingin, ada musola kecil lengkap dengan alat solat dan Al-Qur'an dalam beberapa bahasa, kalau ada yang mau menyumbangkan Al-Qur'an mereka juga menerima dengan senang hati lohh. Ada kamar untuk family dan khusus Female, sayangnya belum ada kamar khusus Male.

Gue juga sempat bertanya ke anaknya itu kenapa masuk Islam, jawab dia, karena baca Surat Al-Ikhlas dan mereka tidak percaya bahwa Tuhan memiliki anak.

Selesai lihat-lihat guesthouse gue dan Kim pamit pulang dan bergegas ke halte bus untuk pergi ke Banpo Bridge.

Banpo Bridge Rainbow Fountain Show

So, Banpo Bridge ini adalah jembatan besar yang menghubungkan bagian Kota Seoul yang dipisahkan oleh Han River. Sebenarnya ada banyak jembatan seperti ini di sepanjang Han River, tapi yang paling terkenal adalah Banpo Bridge ini karena memiliki atraksi yang menarik dan sudah menjadi tujuan wisata. Jembatan 2 tingkat ini dapat menyemburkan air mancur pada malam hari disepanjang jembatan sebelah kanan dan kiri disertai dengan lampu warna-warni sehingga ketika air mancur beratraksi terlihat seperti pelangi.


Sumber Gambar

It's just awesome karena walaupun hanya merupakan jembatan biasa tapi bisa menjadi indah dan menjadi tempat wisata yang menarik, sembari bermain dan bersepeda di taman ataupun jajan dan menikmati food delivery.

Atraksi fountain show ini ada jadwalnya, so make sure you come in the right time okay!

April-June, September-October (Duration: 20 min) 
Weekdays: 12:00, 20:00, 20:30, 21:00 
Weekends: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00 
July-August (Duration: 20 min)
Weekdays: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00 
Weekends: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00, 21:30

Sumber : Visit Korea

Saat itu ternyata sudah jam 5 sore, jadwal air mancur hari itu jam 7. Kim harus kembali ke tempat wamilnya jam 6, jadi Kim hanya mengantarkan gue kesini sebentar dan naik bus lagi. Sambil menunggu bus datang, gue mengucapkan terima kasih kepada Kim yang sudah meluangkan waktunya dan mengorbankan libur tugasnya untuk menemani gue jalan-jalan, jemput di bandara, ditraktir pula, diajarin mandiri juga. 15 menit kemudian bus Kim datang dan kita berpisah.

Atraksi air terjun masih lama, gue iseng jalan-jalan sepanjang pinggir sungai dan duduk di taman, selfie sendiri, mampir ke minimart beli cemilan, ehh gue malah menemukan Tteokpokki instant, gue beli deh tapi akhirnya gue bawa pulang haha lalu gue kembali lagi ke dekat air mancur.




Waktu lagi jalan mau duduk dekat air mancur, tiba-tiba ada 2 mahasiswa perempuan Korea nyamperin gue dan menyapa gue in English

"Hii where do you come from?" sambil senyum sumringah banget "I'm from Indonesia" jawab gue

Mereka ngomong berdua dan yang gue denger "tuhh kan bener orang Indonesia" Trus tiba-tiba mahasiswa yang satu cerita ke gue dalam Bahasa Indonesia! "Saya bisa Bahasa Indonesia!" sambil excited gitu bilangnya


Gue tiba-tiba jadi super excited dan legaaaa sekali lagi karena bisa ngobrol pake Bahasa sendiri udah gitu sama orang Korea.

"Wahh belajar dimana? Saya juga bisa Bahasa Korea!" ikutan sumringah
"Saya pernah sekolah di Palembang 1 tahun. Wah kamu pintar yaa" kata dia dengan logat Korea. Hahah bisa ajah!

Singkat cerita, mereka bilang karena melihat gue pakai jilbab jadi mereka penasaran jangan-jangan gue orang Indonesia, makanya mereka nyamperin gue. Mahasiswa yang satu lagi bilang dia sih belum pernah ke Indonesia tapi dia pernah ke Turki dan banyak yang pake jilbab disana. katanya gitu. Trus dia mengucapkan "Assalamu'alaikum kamu cantik" ke gue haha amazing!




udah gitu yahh gue dikasih permen jelly gitu dari mereka, kata mereka dalam Bahasa Korea "kita pingin ngasih sesuatu tapi kita cuma punya ini"
Trus gue jawab pake Bahasa Korea "괜찮아요. 감사합니다!" "It's okay. Thank you!"
Sayangnya gue ga bawa apa-apa saat itu, padahal pingin ngasih juga huhu

Lalu kita duduk bareng dipinggir sungai sambil nunggu Fountain show, kita ngobrol-ngobrol dan dia cerita pake Bahasa Indonesia bahwa mereka sama temen-temennya lagi perform main musik dan nyanyi di pinggir sungai. Jadi sambil nunggu fountain show kita sambil menikmati perform gratis hihi


Nama saya  "Cinta"


Sekitar jam 6 mereka harus kembali dan kita berpisah. Alhamdulillah bisa ditemenin sambil killing time nunggu fountain show. Seneeeng bangettt!

Kemudian gue sendirian lagi. Sedari sore tadi itu sebenernya angin bertiup kencang terus dan dinginnya minta ampun karena masih ada sisa musim semi. Makin banyak pengunjung yang dateng untuk melihat fountain show, ada yang main layangan, ada yang sambil nyemil Mie Ramyeon dan Tteokpokki.


Akhirnya jam 7 fountain show dimulai, air mancur mulai beratraksi ditemani lampu warna-warni. Tapi ohh tapi musim panas di Korea itu baru gelap jam 8. Jadi jam 7 langit masih cerah begini yang akhirnya lampu warna-warni nya tidak kelihatan sodara-sodara! Hiksss



Maafkan muka pucet kedinginan saya
Ternyata yaa kadang kalau pergi traveling ada hal-hal yang kita harapkan tapi tidak sesuai dengan kenyataan macam kejadian ini hahah


Jadi ini judulnya Fountain Show ga pake Rainbow haha


Tadinya mau nungguin atraksi jam berikutnya jam 8. Tapi gue ga sanggup udah menggigil kedinginan *maapnorak*



Akhirnya gue memutuskan pulang saja naik bus seperti yang diajarkan Kim sebelumnya. 










Berbekal Bahasa Korea yang sudah 1 tahun belum dipelajari lagi, pasang mata pasang telinga dengerin broadcast di bis sambil cek map terus. Akhirnya sampai juga di daerah hostel gue dan gue lanjutkan dengan berjalan kaki sambil menikmati malam Seoul sebelum besok pulang.



Alhamdulillah, selesai juga cerita pengalaman mengunjungi Korea ini hehe. Selanjutnya gue akan membuat post tentang tempat-tempat wisata yang gue kunjungi dengan budget terjangkau secara lebih singkat.

Ohh iya gue juga akan share pengalaman gue selama ini belajar Bahasa Korea secara otodidak, nantikan post nya ya!

Terima kasih yahh bagi yang sudah mampir ke blog gue dan membaca curhatan gue ini. Semoga kalian juga bisa segera mewujudkan mimpi-mimpi kalian yahh! Tetap semangat, berusaha dan berdoa teman-teman!

No comments:

Post a Comment